Saturday, December 1, 2012

Kesibukan, Kepekaan. Presiden...

Aku tak tahu mengapa semua ini terjadi. Sesuatu yang seharusnya bisa berjalan dengan baik tapi kenyataannya malah tak sesuai dengan harapan. Komunikasi dan kesalahan persepsi lah yang mungkin menjadikan semua ini terjadi, atau bahkan hanya diri ini yang merasakannya sendiri.
Menjalani persahabatan itu tak mudah. Memang, segala rintangan apapun itu akan selalu menghujam dan mengganggu sesuatu yang biasanya tentram nan damai. Kesibukan dan diri yang terlalu sensitif menjadikan itu semua berbenturan. Seharusnya sebagai sahabat yang baik, aku harus berada di sampingnya pada saat sekarang ini. Memberi dukungan moril dan melakukan hal yang bisa aku lakukan untuk memudahkan jalannya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Aku seakan-akan tak peduli, aku sibuk dengan pikiranku sendiri juga perasaanku. Pikiran dan perasaan dimana diri ini terasa tak dianggap. Tak dianggap sebagai sahabat atau bahkan saudara yang menjadikan aku terkesan tidak berguna.
Salah? Aku sendiri sangat kesal. Benar-benar kesal! Aku ingin membantu, tapi aku bingung harus membantu seperti apa, mungkin karna aku tak mampu apa-apa sehingga dia tak meminta bantuanku. Atau mungkin karena kecemburuanku pada pihak-pihak lain. Ahh, payahhhhh! Tapi itulah yang aku rasakan. Sisi sensitif yang cukup dominan ini sedikit banyak menggangguku dan menjadi salah satu penyebab mengapa ini terjadi.
Hal yang kemudian terjadi adalah aku menjadi malas berbicara dengannya atau bahkan berpapasan saja. Aku tahu ini berlebihan, tapi aku pun kesulitan mengendalikan ini semua. Disatu sisi aku berpikir bahwa mungkin dia merasa canggung untuk meminta bantuan padaku. Di sisi lain, aku pun marah karena merasa tak dianggap bahkan yang seharusnya aku menjadi orang terdekatnya malahan tahu pada saat terakhir dan itu pun tak disengaja. Ah benar-benar berlebihan dan aku pun tersadar memangnya siapa pula aku? Teman atau apapun itu namanya bukan lah diri kita seutuhnya, sehingga mana dia tahu apa yang sebenarnya aku rasakan. 
Untuk sekarang, aku masih mencoba untuk membiasakan diri. Memaafkan diriku sendiri, dan mencoba memaafkan drinya yang mungkin tak sengaja atau khilaf. Aku tak mau persahabatan kami hancur karena suatu hal yang bernama kesibukan atau politik.
Hmm,, selamat dan sukses calon Presiden..
;")

Thursday, October 18, 2012

Perahu Kertas yang Terhanyutkan

Kisah ini dimulai karena suatu film, Perahu Kertas. Film yang membua kisah ini terjadi lagi, cerita dimana kami berkonflik lagi. Ini terjadi karena yaaa karena emosi ku sendiri, aku yang (ehem) masih labil. Dan itu terjadi karena kondisi pula yang kurang mendukung, macet lah, jalan di Jakarta yang susah buat muter lah, dll. Definitely I hate Jakarta at the time! -_-

Anyway, sebenernya ini adalah hal negatif dari diri aku. Aku yang susah buat ngungkapin perasaan secara langsung dan terang-terangan karena aku harus mikir dulu sebelom aku ngomong. Aku juga ga mau kalo aku ngomong dan isinya cuma omelan doang yang bikin semuanya tambah keruh, dan hasilnya kita sama-sama DIEM pas tadi. Ngerasa bersalah juga sih, disaat aku yg kesel dan diem, dia yang bingung. Di sisi lain, pas dia balik jadi kesel gara-gara aku yang diem dan aku yang mencoba buat ga kesel malah jadi dia yang diem sediem-diemnya. Tapi emang sikap aku juga yang ternyata salah yang mana pada saat itu aku kurang peka sama keadaan terutama dia. Alhasil terus-terusan dah kita diem dan itu ternyata memperburuk keadaan.

Hal itu semua ga bakal terjadi kalo aku ga kaya gitu (Red:Diem). Mungkin ini udah jadi kebiasaan dari didikan keluarga yang dimana kalo ada kekesalan atau apapun itu jarang buat diungkapkan secara kata-kata, termasuk ucapan yg membahagiakan. Dan hal itu secara ga langsung nempel di bawah alam sadar aku. Buat aku, ketika aku kesel yaudah aku kesel sendiri dan terlihat jutek bawaannya tapi seudah itu aku bakal balik kaya biasa. Diemku itu berarti muhasabah mungkin ya, karena pada saat itu otak aku lagi monolog. Selain itu, prinsip tentang masalah dalam hubungan yang sebelomnya aku pegang, "Masalah besar dikecilkan, masalah kecil berusaha ditiadakan".

Ternyata semuanya itu bertentangan!! Aku yang biasa diem terhadap suatu masalah ternyata ga bisa ngejaga diemnya aku secara sendiri. Aku yang biasanya me-"yaudah"-kan sesuatu sekarang udah ga bisa lagi kaya gitu. Aku baru sadar bahwa ini yang dinamain pendewasaan (mungkin). Ya, aku pun masih belajar bahwa ga semua orang punya pemikiran sama kaya aku yang kadang kurang peka terhadap sesuatu bahkan terkesan apatis. Tapi, sebenernya aku peduli, aku tahu, aku bahkan jauh dari tahu. Masalahnya adalah perasaan bingung, malu, kagok, atau mungkin gengsi. Gengsi buat nanya kenapa dan bilang maaf duluan. Ah, pengecut! Tapi, terserah dah aku juga masih belajar untuk jadi manusia yang baik.

Berkali-kali lagi aku bersyukur. Dia yang secara ga langsung ngajarin aku bahwa hubungan tuh ga bisa hanya diwakilin sama satu pemikiran aja. Terkadang aku ngerasa kalo aku yang mendominasi, aku yang jahat, dan terkesan aku yang selalu bener karena dia yang selalu minta maaf duluan. Dia yang sebetulnya terlalu baik, dan bikin aku jadi sedikit bingung. Ternyata hubungan aku yang sebelomnya itu GAK ADA APA-APANYA. Bareng dia yang sebenernya baru jalan 3 bulan lebih, aku ngerasa udah belajar banyak dan ngerasain perasaan yang tulus. Semoga hal ini jadi pelajaran buat aku dan dia.

Well, thanks to "Taken 2" yang udah menggantikan "Perahu Kertas" gara-gara tadi kita telat nyampe bioskop. However, I have to still loving Jakarta, right? Also love my Randy..
Thanks Jakarta..

;)

Sunday, October 14, 2012

Si Melankolis yang ......

Si melankolis ini sedang menguasai diri dimana sensitivitas mengacau dan merusak. Merasa seakan-akan hanya dirinya yang ingin diperhatikan, karena kesepian mungkin atau karena kekurangannya yang ingin dia elak.

Si melankolis ini sedang meradang dimana dia ingin menyelesaikan semuanya tetapi dia kesulitan menghadapi dirinya sendiri.

Si melankolis ini benar-benar merasa tak diterima karena terkadang orang-orang disekelilingnya sibuk dengan urusannya masing-masing. Sementara, si melankolis sedang mencari cara untuk ditanyai atau dijawab.

Hei melankolis!
Tak semua orang seperti kau yang menginginkan semuanya sempurna.
Tak semua orang dapat merasakan apa yang kau rasakan.
Dan, tak semua orang pula setia ataupun sensitif sepertimu!!!!

Tegarlah, tunjukan sisi koleris atau plagmatismu itu. Jangan menjadi budak melankolis, jangan mau jika hanya dirundung oleh perasaan semata.
Ingat! Apa yang kau pikirkan belum tentu sesuai degan apa yang mereka pikirkan.
Cukup bersyukur dan jalani semuanya saja dengan senyum. Toh dunia kelak akan tersenyum juga padamu. Percaya bahwa dirimu mampu dan bisa untuk melakukan yang terbaik dengan rasional, bukan hanya perasaan semata yang mengacau atau bahkan menghancurkanmu.

Thursday, September 13, 2012

Sang Surya dan Sinarnya

Senja itu telah pudar
Semilir angin menyibak
Kemuning menghilang tertelan ombak
Bayang tersapu
Entah oleh ombak atau angin
Kunikmati senja itu
Kurasakan angin dingin itu
Tanpa sadar,
Kulewati malam cekam gemintang
Kusambut fajar terang mendatang
Dengan sinar yang baru,
Sang surya yang lama...

Tuesday, September 4, 2012

Dua bulan dan Seutuhnya

Pada awalnya aku masih merasa ragu untuk menerima dan menjalani semuanya. Itu terjadi setelah tiga bulan berlalu semenjak perpisahanku dengannya dan aku pastikan bahwa hatiku ini sudah berpindah, minimal menghapus jejaknya lah. Lalu kuputuskan pada malam itu untuk menjalani semuanya secara baru, meyakinkan diri bahwa aku lebih terhormat untuk berpindah dan melanjutkan hidupku seutuhnya. Itu karena aku tak mau terlalu ber-melankolis dengan masa lalu.
Hari demi hari hari terus berjalan, entah mengapa aku merasakan suatu perasaan yang ganjil. Dalam ucapan dan pikiran aku meyakinkan diri ini bahwa aku harus menjalani semuanya ini dengan penuh kebahagiaan melalui rasa sayangku padanya. Namun, entah mengapa aku tak sebahagia pada saat bersamanya dulu. Aku sadari pada saat itu aku belum seutuhnya berpindah. Aku merasa aku sangat bersalah padanya, pun pada diriku sendiri karena aku membohongi semuanya. Aku berkata aku sayang padanya tapi hati ini entah mengapa sesak ketika mengingat kenangan-kenangan terdahulu dan itu terjadi setelah hubungan baru kami itu berjalan selama satu bulan. Mungkin itu yang dinamakan dengan proses, atau entahlah apa itu namanya yang pasti aku juga tak tahu apa yang aku rasa dan aku inginkan (maklum bgaimana pun aku wanita).
Waktu berlalu, hubungan kami ini semakin dekat. Aku mulai menyadari dan terus menyadarkan diri ini bahwa dia adalah orang yang benar-benar menyayangiku. Dia yang selalu berinisiatif untuk mengantarku disaat aku akan pergi kemana,dia yang selalu perhatian, dia yang tak pernah marah bahkan dia sepertinya takut sekali membuatku marah, bahkan dia akan berkali-kali berkata maaf ketika aku sedikit kesal atau bahkan aku hanya bercanda ketika kesal dengannya. Tanpa sadar, dia pula yang mengajariku menungkapan isi hati secara lisan karena sebelumnya aku sedikit rishi akan hal itu. Pada saat-saat itulah aku merasa dia adalah orang yang aku butuhkan sampai dengan saat ini.
Sikap dan perlakuannya itu membuatku benar-benar sadar bahwa hubungan yang pernah aku jalani selama tiga tahun lebih itu ternyata tak ada apa-apanya. Aku merasa bahwa pada saat itu aku hanya membuang-buang waktuku saja dengan aku yang sepenuhnya tak menjadi diri sendiri dan aku baru menyadari bahwa betapa bodohnya aku pada saat itu. Ah, tapi yasudahlah itu pun pengalaman pertamaku.
Dengan dia yang sekarang berada di sampingku aku merasa menjadi diri sendiri. Aku merasa bebas ketika aku ingin mengungkapkan celetukan-celetukanku yang terkadang membuatku malu sendiri ketika menyadarinya, atau perasaan kesalku yang terkadang sangat kekanak-kanakan, dan juga untuk pertama kalinya aku bisa menangis dengan bebasnya padahal aku tahu bahwa diriku ini memiliki gengsi yang sangat tinggi untuk menitikan air mata dihadapan orang lain. Entahlah alasannya apa aku bisa sebebas itu, aku benar-benar merasa menjadi diri sendiri karena memang pada awalnya aku berkata pula bahwa aku tak suka diatur-atur. Aku akui rasa nyaman ketika bersamanya itu membuatku bahagia dan terkadang membuat mukaku merah sendiri oleh tindakan-tindakan bodoh yag terkadang aku lakukan.
Tepat dua bulan kujalani hubungan ini, aku memutuskan bahwa dialah satu-satunya yang ada dihatiku saat ini. Kuharap dia bisa memaafkan kesalahanku atas ketidak jujuranku pada awal hubungan kami meski pada awalnya pula aku berkata bahwa aku masih ingin meyakinkan diriku sendiri. Aku benar-benar telah menghapus jejak seseorang yang terdahulu pernah hinggap dihatiku dan melukis hari baru bersamanya. Seseorang yang namanya selama dua bulan ini hilir mudik di handphone-ku,  dan yang namanya sering aku sebutkan dalam kisah cinta baruku, Mohammad Randy Pratama. :)

Sukabumi, 5-Sep-12

Friday, August 24, 2012

Holiday's Effect

Mungkin kemalasan dan kegalauan ini disebabin sama kejenuhan gara-gara ga ada kegiatan yang pasti selama liburan ini. Aku yg emang ga biasa buat diem aja jadi stress sendiri gara-gara cuma diem di rumah dengan kegiatan yang monoton (nonton tv, ol, nonton film, tidur, makan) sedangkan biasanya kan ga bisa diem. Emang sih kadang juga diselingi sama maen baeng temen-temen, tapi kan itu beda mendekati ga produktif. Di sisi lain aku juga klo di rumah berasa useless banget, udah di cap males tambah aja jadi males. So, nothing to do except nyuci-nytrika baju sendiri, sama aja kaya di kosan kalo gtu mah. Dan ujung-ujungnya yg kerasa adalah jadi sensi sendiri.
Laptop juga jdi godaan tersendiri sih, yang tadinya mau baca eh kegoda ma ol. Alahhhh emang akunya aja sih yang banyak dalih, tapi kaaaan.. -_____-

So, aku mesti ngapain??
Aku pengen sibuk yg jelas lagiiiii..
Pengen cepet-cepet kuliah, puguh2 stress (smoga engga) sama tugas. Tapi kan puguh gtu kalo meskipun harus stress juga..
Hmmm, pokonya ASAP deh mesti balik ke Jakarta..
ckckckck 


Monday, August 20, 2012

Aku yang Terasing

Sendiri itu sepi,
Sepi itu sunyi,
Sunyi itu diam,
Diam itu resah.
Aku benci..
Aku sendiri..
Ah, terlalu aku yang terasing..
Tarik aku dari sini,
genggam aku dengan kasih..
Mungkinkah?
Mungkin..

(11-8-2012, 22:38)

Karena Hidup

Sebaris harap, segores luka..
Terbang dan terjerembab..
Harap yang dilukai,
Angan yang sirna..
Tak ada keabadian..
Jatuh..
Terbangun..
Atau, jatuh dan hanyut..
Dunia, dan yang bernyawa…

(11-8-2010, 22:29)


Bahagia karena Sederhana

Kebahagiaan itu sederhana ko, kaya makan nasi liwet sekeluarga bareng keluarga atau temen deket. Meskipun lauknya cuma ikan asin, kalo yang namanya nikmat ya nikmat karena ada kebahagiaan tersendiri. Kaya dua hari ini, kerasa indah banget meskipun pas kalo lagi sendiri sdikit kerasa aneh apalagi kalo lagi sensi.

Kebetulan kemaren itu lebaran, dan untuk pertama kalinya aku ketemu sama adik aku yang ga ketemu setelah beberapa taun. Seneng rasanya punya adik, meskipun sebenernya dari dulu aku emang punya adik tapi yaa gtu deh berasa ga punya adik. Aneh sih emang tapi ya itulah keluarga aku, keluarga yang berbeda jauh dari keluarga kebanyakan. Rumit dan yaaa unik lah. Aku tetep bersyukur karena aku masih punya keluarga meskipun di hati kecil kerasa juga sih sedihnya. Yaaa aga-aga iri gitu lah sama keluarga kebanyakan, tapi yasudahlah this is my fate. Aku tinggal jalani seikhlas mungkin dengan sebaik-baiknya.

Anehnya untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan yang lalu, malem-malem aku malah ngerasa sedih dan yaaa air mata pun jatuh tak tertahankan (lebay emang). Aku juga ga tau tepatnya kenapa aku bisa nangis gtu, yang aku rasain aku ngerasa asing sama semua yang ada. Semuanya kerasa janggal, tatapan sodara yang dari sini, sodara yang dai sana. Entah aku yang emang lagi sensi atau emang bener klo semua ini bener. Oh ya, ada satu keanehan lagi yang aku rasain dari diri aku sendiri. Aku bisa nangis dan didenger sama "dia".

Randy, seseorang yang sebulan lebih ini hinggap di hati ini (geli sendiri, hahaha). Dia, orang tersabar dan terbaik yang baru aku temui selama ini, dan sekarang aku masih belajar buat sayang sama dia sepenuhnya. Mungkin ini yang dinamain kebahagiaan, sederhana namun terasa berarti. Tapi, ko kerasa udah lama juga ya ma dia? Ah, efek liburan aja kali. :p

Aku harap kebahagiaan ini bukan kebahagiaan sementara, kebahagiaan yang terus berkembang dan menjadikan aku semakin bersyukur. Akuberharap masih bisa ketemu Ramadhan dan lebaran taun depan, kerasa banget soalnya ibadah taun ini kerasa ga maksimal. Pokonya, harus sering bersyukur dh buat kedepannya, bersyukurnya yaa dengan lebih banyak beramal sama belajar lebih giat lagi demi keluarga dan demi kesuksesan aku.

my family :)

Alhamdulillah.. :) 

shelly & tiara


Ketika self-esteem merosot

Ada 2 hal.

Ok, 1. Ketika diri merasa asing dan risih, apa yang harus dilakukan?
Ini bodoh karena mungkin alasannya disebabkan oleh hal fisik. Tapi, aku wanita yg ternyata menurut penelitian dan baru pula aku sadari bahwa wanita lebih senang disebut cantik dibanding pintar (sumber lupa lagi). Ah, terkesan rendah sekali tapi itu yang aku rasa. Rasa percaya diriku terasa hilang, entah melayang dan pergi kemana dan salah satu penyebabnya adalah muka (aaarghhhh!!!!).
Aku coba untuk bersyukur, tapi yaaaa susah jg ternyata. Ucapan tak semudah praktek, meski aku terus mncoba buat positif thinking, tetep aja mindernya berasa. Apalagi kalau orang-orang udah bahas itu, "gemukan ya sekarang ?" atau "ko sekarang jerawatan?" (nulis sambil nangis darah). 
Mungkin suatu hari aku bakal ketawa + ngakak sendiri baca tulisan ini. Semoga deh itu berarti akunya udah baikan (brasa sakit -_-). Ok, kalau emang ini terkesan lebay tai emang berasanya gini, cukup menjatuhkan self-esteem! Bisa ga ya ga usah dibahas atau ditanya gtu? Makin bikin stress, dan stress artinya makan, dan makan berarti gemuk.. OK fine!!!

2. Ketika ngerasa yang paling bodoh, lalu terus??
Masuk jurusan Pend. Bahasa Inggris emang bisa dibilang bunuh diri. Aku aja masih jauuuuuh banget dari kemampuan buat diri sendiri, apalagi buat orang lain. Tapi, dari awal aku udah yakinin diri sendiri kalau emang semua itu emang harus ada proses berjuang dan belajar karena hidup ini pilihan dan aku udah milih itu. Ok, aku anggap ini merupakan salah satu proses pendewasaan, tapi ternyata berasa juga ketika persaingan itu ada. Sebenernya sih ga ada persaingan di kampus soalnya kita emang disuruh buat saling ngebantu, tapi entah apa yang terjadi sama aku. Aku ngerasa yang paling lemah diantara semuanya, meskipun sebenernya IPK masih diatas rata-rata (bukan sombong). Hal yang bikin aku nyesek adalah ketika orang-orang nganggep aku lebih dari kemampuan aku ini. Aku juga ga tau kenapa, yang pasti kalau pas ada hal yang ga dimengerti sama temen, aku lumayan gampang buat ngejelasin itu. Permasalahannya adalah etika aku gampang buat ngasih tau ke orang lain tapi buat diri aku sendiri kerasa susah banget nget ngeeet.
Lebih lagi anggapan keluarga, engking yang selalu bangga-banggain kepinteran aku. Kenyataannya??? Aku ga nganggep gitu, jauh malah. Balik lagi, aku tahu ini semua adalah pilihan aku, MURNI pilihan aku sendiri. Pertanyaannya adalah aku harus gimana?? Rasa malas dan perasaan yang ga jelas ini kerasa ngehambat banget!!!
Sebenernya yang bikin aku keganggu adalah atas apa yang udah aku lakuin. Aku sadar kemampuan setiap orang itu berbeda. Ada orang yang ga mesti belajar banyak tapi nilai dan pemahaman dia keren banget, ada orang yang rajin gila sehingga pemahamannya juga gila sekaliii, ada orang yang ga belajar dan ga kuliah tapi nyantai ("itu keren banget!"), dan yang terakhir orang yang punya niat tinggi buat belajar tapi dia moody dan labil (that's me!). Oh God, I know my problem but I don't know to arrange that's all about (poor I'm).

Hmmmm, okay. Aku sadar ngeluh dan ngeluh bukan hal yang bener karena malah makin diri ini down. Tapi, yang aku harapkan adalah dengan nulis setidaknya beban ini berkurang. Sebodo amat dah, aku juga termasuk orang yang susah buat cerita hal-hal yang bikin sedih. Entah gengsi atau apa, tapi yaa emang susah. Sekali lagi, yaaa inilah aku yang kadang galau sama diri sendiri, sensitif, dan gengsian. Oh ya, aga telmi mungkin..

Hopefully everything gonna be ok..
:')

Sunday, July 22, 2012

G-A-L-A-U

Ini apa ya?
Kenapa baru sekarang?
Kenapa ga dari sebulan, hmm, 3 minggu yg lalu deh..
Baik, saya nyatakan bahwa perasaan saya cukup terganggu..
Anda cukup membuat saya merasakan hal yang namanya "GR". Mungkin karena saya memiliki sedikit rasa dari dulu pada anda sepertinya yang menyebabkan saya seperti ini.
Hmm, saya hanya bisa menguatkan hati saya karena saat ini ada yang sedang "dekat" dengan saya dan dia meminta saya untuk menjaga hati ini..
Semoga..
:)

Tuesday, June 5, 2012

hmm,, Are u???

Apa kabar hati??
ow, jadi galau nih..
(ciyeeeeeee)
Apa? Katanya ada yang ngedeketin? Hmm, serius ga tuh? Atau cuma jadi bahan pelampiasan aja??
hhuuuuaaaaahh, jadi takut dan sedikit trauma tauuu, tapi yaaa mana kita tau isi hati orang?!
So, skarang cuma bis "Let it FLOW"! Well, itu emang ucapan yang cari aman banget. Why? Karena bingung juga mesti gimana anta ngejauh atau ngedeket. Dan 1 hal lagi, KITA GAK PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI DI HARI ESOK. Kolot banget ya?? Sbodo ah, itu ya aku. Aku juga bingung knapa bisa gitu..
Yang pasti skarang jalani aja apa yang ada, nanti juga kalo emang nyambung nyantol sendiri toh??
iiiiihhh, tapi apa kabar sama orang yang diimpiin dari kemaren???
Ahhhhh, LUPAKAN kalo gitu ya?? #dianya juga galau sih..
Ok, makasih loh buat kebaikannya..
Kenapa baik banget sih??
u,u
Makasih buat balon birunya, makasih buat anter-jemputnya..
:))

Saturday, May 19, 2012

"Hai, put,"

Pagi yang indah dan sedikit terburu-buru karena aku yang sudah terlambat untuk menghadiri acara puncak English Competition di kampus. Seperti biasa, setelah mandi aku selalu mengecek hpku dan ternyata ada 3 SMS. SMS pertama dari ketua acara yang berisikaan pengingat, SMS yang kedua dari salah satu teman yang menanyakan hal yang berhubungan dengan lomba, dan yang ketiga, jeng jeng jeeeeng.. Seseorang yang tak aku harapkan kehadirannya itu di pagi hari, Fierza Rizky Prasetya.
Dia, ya mengapa harus dia yang mengganngu pagi indahku. Kenapa harus dia? Kenapa baru sekarang menghubungiku? Kenapaaaaaa??? Sejujurnya aku kaget ketika melihat namanya di inboxku, aku bingung harus membalas apa dengan isi sms yang berbunyi "Hai put," (yakin sekali kalau itu dia dengan cara penulisa yg biasa). Aku yang biasa-biasa saja awalnya menjadi sedikit terganggu, senang sih tapi rasa sakitnya lebih terasa dibanding senang itu. Dan imajinasiku melayang lagi dengan bayangan indah yang membuat aku menyadarkan diri ku sendiri.
Hahahaha
Hanya tawa yang aku lakukan, dan berbagai caci untuknya.. FUCK!!!! Dia mengirimkan kata-kata bahwa akhir-akhir ini dia memikirkanku dan memimpikan aku.. Hoeeeeek!!! Sampah sekali dia!!!
Semoga aku tetap teguh pada pendirianku ini untuk tetap kuat menahan godaan rasa "kasihan" itu. Kalaupun memang itu benar-benar terjadi, aku harap aku jatuh (apabila jatuh) dengan keadaan TERHORMAT!!! Karena aku merasa aku sudah cukup tahu dia seperti apa. Tapi, sesungguhnya aku tak ingin terjatuh.

Saturday, May 12, 2012

Buruk dan Kelam

Ramai tapi tak terlalu riuh. Sepi dan terasa sendiri. Sesungguhnya aku merasa sepi, hati ini terasa kosong dan jiwa tanpa semangat.
Memang, hari-hari kulewati dengan senyum dan tawa. Tapi, itu bukan kebahagiaan!!! Aku ingin menjerit dan melepaskan beban yang ada di hati ini. Rasa percaya diri yang memudar karena fisik yang terasa semakin memburuk, sikap diri pula yang terasa tak memiliki kepatuhan akan sesuatu. 
MUNAFIK!!! Kurasa aku, ya aku dan diri ini sangat lah munafik. Banyak hal yang tak kusukai dan ada beberapa hal yang kusukai namun aku tak mengakuinya. Rasa malu, mencari aman, dan menyembunyikan diri adalah hal yang belakangan ini aku lakukan. Aku butuh seseorang! Aku butuh penyemangat! Aku butuh entah itu siapa, sahabat atau siapapun itu yang memahami ku. Tapi, adakah dia?????? Kecewa!!! Berkali-kali aku merasa kecewa.
Aku juga yang salah, mengapa aku selalu mengindahakan segala rasa yang berkecamuk di hati dengan alasan logika. Padahal sebetulnya aku hanya seseorang yang lemah! Ya Allah, aku memang salah dan keliru. Hamba-Mu yang lemah dan tak berdaya ini memang mudah sekali terjatuh dan terjerembab pada lubang kenistaan. Kebohongan tanpa akhir yang menemui suatu hal yang kau benci KEMUNAFIKAN!!!!
Apa yang harus ku lakukan? Aku  hanya mudah untuk berbicara dan berkoar-koar tanpa melaksanakan apa yang telah kuucapkan itu. Apa pula yang sebenarnya terjadi? Suasana baru di kehidupan baru yang bernama semester 2 ini pun cukup merubah kehidupanku.
Konyol dan bodoh. Sudah tahu bahwa aku hanya boleh berpegang teguh dan mempercayai hanya pada-Mu, tapi aku yang memang pada dasaarnya bodoh ini sulit sekali untuk melaksanakan apa yang sudah kukatakan. Tapi benar, ku benar-benar membutuhkan seseorang. ENtah itu sahabat atau siapaun itu. Aku benar-benar sedang lemah!!! 
Oh my Lord!!!!! What have I do?????

Monday, April 30, 2012

Dimulai dari 19 tahun (GODAAN!)

Hari ini aku bersama mereka (lagi). Aneh. Itu yang kurasa saat bersama mereka, aku tak merasa menjadi diriku sendiri, aku merasa mengikuti sesuatu yang bukan aku. Aku tahu pilihan itu selalu dihadapkan pada diriku sendiri, dan aku yang masih labil serta sering merasa tak enak hati terhadap orang lain yang menjadi korbannya.
Labil? Hey, sekarang bukan waktunya lagi untuk labil. Sekarang aku sudah 19 tahun dan bergelar mahasiswa pula. Bila waktu bisa diulang, rasanya aku ingin kembali ke tanggal 13 April. Sesungguhnya aku benar-benar merasa kebahagiaan pada saat itu, tapi seharusnya aku tak terlalu larut dalam euforia hari itu.
Hari itu, 13 April 2012. Diriku memang mudah tergoda bila diajak bermain dan bersenang-senang. Dan godaan itu datang pada hari itu. Ah, menyesal lagi. Aku tak tahu apa pilihanku itu salah pada saat itu. Dosa ku di hari bersejarah itu aadalah meninggalka solat bersama mereka. Ampun Tuhan, aku benar-benr menyesal dan merasa tidak nyaman! Namun, aku juga tak tahu apa yang harus kuperbuat.
Kembali ke hari ini, karena kejadian dan kedekatan kami yang dimulai dari 13 April itu, aku sekarang sering bersama mereka. Mereka yang memang bisa dikatankan pandai serasa berbeda denganku. Aku memang suka untuk bersenang-senang, tapi tak berlebihan seperti ini. Untuk mereka uang sepertinya bukan masalah, atau memang aku yang terkadang perhitungan? Entahlah. Yang pasti aku merasa takut ketika bersama mereka.
Ahh, aku rindu masa-masa itu. Masa dimana aku selalu bersama sahabat-sahabtku yang mengerti kondisiku seperti apa, yang jarang memaksa, yang tak pernah membicarakan yang lain di belakang mereka!!
Sesungguhnya aku benci kondisi dimana kegiatan saat berkumpul adalah membahas aib orang lain karena aku sadar aku juga manusia yang tak lepas dari aib.

Lalu, apa yan harus kulakukan??
Kucoba menghindarkah? Atau kuikuti saja alur ini???
Aahhhhhhhhh!!!
Dunia!!!!

Tuesday, April 24, 2012

POEM dan Antara C D

POEM..
Makhluk itu yang menjadikan hari ini berbeda..
Hmm, Section C dan D yang berbeda dosen dan berbeda perspektif menjadikan kami secara tidak langsung menglamai ini.
Salah mereka kah?
Salah kami yang terlalu berlebihan???
Halaahhhh, aku jadi merasa bersalah sendiri..
Tapi, yang lain terkesan tenang-tenang saja..
Aku tahu kami ini teman, dan aku pun berpikir apabila aku ada di posisi mereka pasti rasanya sakit ketika beberapa dari kami menunjukan ekspresi menolak. Tapi, aku tak bisa berbuat apa-apa entah karena aku yang cari aman atau aku yang memang melemah.

Aku juga tak tahu mengapa sekarang aku seperti ini. Menjadi pribadi yang lebih perasa dan merasa "tak enak"..
Rugi sendiri kan pada akhirnya???!!!

Berharap ini bukan sebuah awal yang membuka pintu konflik, tapi ini merupakan bumbu-bumpu kecil yang tak berarti..

Monday, April 23, 2012

Hati

Mengeram dalam diam,
Terhempas dalam lirih..
Tak ada yang tahu dia,
Tak ada yang mempedulikan..
Hati......

Dia dan Suatu Kesalahan

Ada dia,
Ada dia di hari ini,
Ada dia di hari kemarin,
Dan (mungkin) dia yang menjadi objek untuk besok..

Dia yang membuat para bunga disampingnya tak tentu diri,
Dia yang menjadikan mereka menjadi-jadi..
Ironi!
Ketika yang lain menginginkannya,
Dia masih terkungkung dalam luka..
Dia masih terjebak dalam kotak hitam yang bernama "masa lalu"..
Dan dia berlindung dari rasa tak tega!

Salah dia?
Salah mereka?
Ahhh tidaaaak, 
aku pun ternyata dalam diam mengaguminya..
Salah!!!
Salahkah???

Kau dan Dunia(mu)

Kau,
Yang mudah tertiup angin.
Terhempas ombak dan,
yang jiwanya mudah tergoda dunia..
Sadar lah,
Kau..
Hidup tak akan lama,
Hidup bukan untuk dirimu sendiri,
Hidup untuk menghidupkan dirimu..
Kau,
Berjalanlah mengikuti jalanmu,
Berjalanlah sesuai hatimu,
Berjalanlah ketika kau masih bisa berjalan..

Dunia yang akan memilihmu,
atau
Kau yang akan memilih dunia..
karena senang bukan berarti bahagia,
namun,
Bahagia lah yang menghantarkan senang..

Sepuluh Hari dari 13 April

Wah, ga kerasa udah 10 hari erlalu ketika aku tepat berumur 19 tahun. Ga ada yang special sih, tapi di 19 tahun ini aku ngerasa berbagai hal muncu dalam hidup ini. Sekarang aku makin mikir (brasa dari dulu ga mikir, hhaa), ngerasa lebih sensitif terhadap sesuatu dan mencoba menyikapi sesuatu dengan bijak. (aaamiiinn)

Well, di tanggal 13 April kemaren bis dibilang itu erupakan moment yang ga bisa dilupain. Kenapa? Karena ini adalah tahun dimana aku udah pisah sama keluarga (bukan nikah) lebih tepatnya menjadi pribadi mandiri di kota orang: Jakarta! Aku ga terlalu berharap banyak sih di ultah aku yang ke 19 ini, karena tahu sendiri kalau aku baru aja single (ehem: putus) tapi ga masalah lah meskipun aga nyesek2 gimana tapi this is the way.. :)

Ok, balik ke umur yang baru ini. Aku sadar kalo umur 19 ini bukan suatu keadaan yang sebenernya harus dirayakan secara besar-besaran dan berlebihan karena hakikatnya ulang tahun merupakan waktu dimana umur kita berkurang. Tapi, di ulang tahun yang ke 19 kemarin hal yang tak diduga muncul ketika orang-orang yang baru aku kenal dan masuk ke hidup aku mengucapkan selamat ulang tahun. Rasaya itu benar-benar MEMBAHAGIAKAN. Lebih lagi, kayanya ini merupakan ucapan selamat terbanyak selama hidup aku. Bayangin aja temen-temen sekelas pada ngucapin yang dipimpin sama dosen dan beliau sebetlnya ga teralu deket sama aku. Oh ya, pas pagi-pagi juga aku di kasih surpise sama teman serumah yang au anggap udah kaya kakak sendiri karena mereka lebih tua dibanding aku. Dan malemnya, sahabat yang udah pada beda tempat (d'batieq) bikin surprise juga dengan cara nitipin surprise itu ke temen0temen yang ada di sini. Ditambah lagi ada orang yang bisa dibilang aku suka lah.. Ah tapi ga penting itu sebernya.. haha
How beautiful day at the time.. :)

Hal yang mengharukan juga waktu orang rumah (engking, ua) ngucapin ulang tahun. Yang aneh adalah air mata aku tumpah waktu mereka ngucapin itu, aku baru sadar + ngerasa bahwa keluarga lah yang paling ngedukung aku smpe sekarang. Rasa rindu akan keluarga menyeruak hebat dan lagi-lagi aku baru ngersain itu seudah aku tinggal jauh. "Mau dimasakin apa? Lontong, Nasi kuning, atai chicke cordon blue?" Ahhh, kenangan itu cepet banget..
:')

 
Hari yang indah dan penuh kebahagian deh pokonya. Tapi, entah kenapa aku masih ngerasa ada kehampaan. Mungkin, efek dari "3 tahun" kali ya, dan si breng**k itu pun ga ngucapin..
How pity u are Put, masih ngarep aja!!!
hahahhaa
Tapi, yaudah lah ya, mungkin dia juga ga inget tentang hari itu. Ga penting juga toh buat dia, 3 tahun udah cukup kali ya menurut dia buat ngucapi itu. :')

Dan setelah 10 hari melewati 13 April, ada suatu pengharapan baru dimana aku harus bener-bener punya jalan sendiri buat ngejalani hidup ini biar ga kepengaruh sama hal-hal yang bisa ngerusak diri sendiri. Selain itu, aku juga harus selalu belajar dari pengalaman setiap harinya dan  tentu aja ga cepet puas atas apa yang udah di dapat agar bisa ngebanggain keluarga dan pembukatian bagi diri sendiri..

Semangat!!
Selamat datang kedewasaan!!!
:D
 
 

Thursday, March 29, 2012

06/12/2008 - 29/3/2012

SMS masuk,
Kata-kata yang mengejutkan,
Terasa ditarik,
Melayang,
Panas,
Dilempar,
Sakit,
Meleleh...
Dan terakhir,
Ohhhhh gini toh rasanya...

Bersyukur karena aku merasa diselamatkan sebelum aku terpuruk lebih jauh ke dasar perasaan yang mendalam. Sakit memang, tapi yasudahlah ini memang harusnya begini, takdirku dan pilihanku.
Kemakluman dari salah satu pihak dan sikap membaik itu ternyata tak selalu menjadi benar. Tatkala kita berusaha untuk berhati-hati menjaganya, terkadang kehati-hatian itu yang menyebabkan semuanya retak atau bahkan hancur lebur. Dan, aku pribadi tak mamu untuk mengambil keputusan karena aku takut karma. Ah, naif sekali bukan? Atau memang BODOH?? (Laugh) Tapi, yasudahlah Aishiteru tinggal menjadi kenangan..

So, buat para wanita di luar sana saya bepesan kepada kalian. Janganlah jadi budak cinta, apabila salah satu minta udahan atau keadaan memamg tidak mendukung. YAUDAH.. Bukan maksud pasrah terhadap keadaan, tapi biarkan DIA dan jangan menjatuhkan harga diri kita sebagai wanita. Toh masih banyak seseorang di luar sana yang akan ditakdirkan kepada kita sebagai orang yang memang cocok untuk kita. Just move on and enjoy your life, although life is very no easy..
Love in not only about you and him, but about you and HIM, Allah..
:)

Monday, March 26, 2012

Curhatan BODOH di hari yang aneh

Hari ini??
Kerasa banget males bangunnya..
Di kampus? Nyawa entah dimana meski saya mencoba untuk fokus, tapi entah mengapa konsentrasi tu susah didapat. Ada apa dengan hari ini sebenarnya??? Entah mengapa, eh MUNA banget deh kalo masih pake kata ENTAH karena sesungguhnya udah tau ini kenapa penyebabnya. SMS. bukan gara2 dapet SMS tapi malahan sebaliknya, dimana saya tak mendapatkan kabar dari beberapa waktu yang lalu. AHh, sebenarnya malu dan tak ingin mengumbar ini di khalayak ramai, tapi tak ada tempat mengadu selain disini *kemungkinan..

Ok.. Dimulai dari SAYA ya, baiklah sekali lagi saya menyalahakan diri saya sendiri. Si sudut pandang pertama, si pemeran utama dalam hidup ini. Anyway, sesungguhnya saya begini ya karena saya yang sulit sekali berkata jujur, saya yang teralau GENGSI untuk mengungkap semuanya, saya yang PENAKUT. Halah konyol sekali ini!!!

Andai dan saya selalu berandai jika ada mesin pendeteksi dan penumpah kata2 yang ada di pikiran mungkin saya adalah orang pertama yang akan membeli lalu menggunkannya. Terkadang saya bingung harus berbicara apa karena, MUNGKIN ini adalah salah satu kelemahan wanita dimana dia tak tahu apa yang harus dia ucapkan untuk memuaskan keinginannya. Teruntuk saya pribadi yang sangat mengagung-agungkan gengsi dan kemudan merasakan peneyesalan yang teramat dalam itu adalah sesuatu yang sangat bodoh.. Yup!!! PEMBODOHAN..


Rasanya itu ingin menumpahkan apa yang ada di hati ini. Harus menangiskah?? Ah, yakin deh menangis tak akan merubah segalanya. Pusing + mata bengkak yang ada.

Hari yang aneh? ah bukan harinya yang aneh tapi pelukunya, yaitu SAYA sendiri!!!

Sesungguhnya saya tak tahu apa yang saya tulis ini, yag pasti saya berharap dengan tulisan ini kegelisahan yang ada di dalam hati ini sedikit demi sedikit bisa berkurang.
*SANGAT BERHARAP

# OH ya satu lagi, ANDAI dia itu peka terhadap situasi ini dan berpikir kreatif, sepertinya hal ini tak akan terjadi pada saya..

Saturday, March 10, 2012

Andai

Engkau yang ada disana,
yang tak bisa kujamah dunianya
yang tak bisa kugapai jiwanya
yang tak bisa kusentuh hatinya

Aku yang ada disini,
hanya terdampar kaku tak berdaya
terhempas angin yang tak tentu arah
terjerembab dalam tanya yang tak kunjung terjawab

Diri ini hanyalah setitik awan di langit yang luas,
yang berharap mampu menjadi bintang.
Itu tak mungkin karena kita berjauh,
Engkau disana dan aku disini..

Andai duniamu mudah kugapai dan kusentuh,
Ingin ku kau membagi duniamu itu dengan ku..
Dan akan kubagi khayalku juga padamu..
Andai...


Keironian yang Nyata Dihadapanku

Ini bukanlah rahasia umum lagi, tapi aku disini hanya untuk berbagi kisahku tentang hari ini. Hari ini? Sesenugguhnya penuh kesan tentang hari ini, dimulai dengan acara seminar di pagi hari yang aku ikuti bersama teman-teman kampusku, lalu kerja kelompok untuk tugas yang akan dikumpulkan, dan yang terakhir adalah berkunung je suatu wilayah bernama Menteng Atas.

Ketika mendengar kata daerah "Menteng", sebagian orang pasti membayangkan tentang rumah-rumah indah yang berjejer mewah nan sejuk di kawasan pusat Ibu Kota. Halaman yang luas ditumbuhi berbagai pohon dan rerumputan, burung-burung mungil yang tak segan untuk sekedar berkunjung di sekitarnya atau bahkan mobil mewah yang hilir mudik di area jalanannya. Oh ya, ada satu lagi ketakjuban yang lain yaitu adanya gedung-gedung pencakar langit yang berjudulkan apartemen atau bernama depan "Tower" dengan pemilik yang sudah sangat termahsyur di negeri ini. 

Satu hal yang ingin aku ceritakan adalah ketika aku menyusuri kemegahan-kemegahan itu ternyata di belahan lain dalam potongan daerah bernama "Menteng" terselip kawasan yang cukup mengoyak batinku. Pertama-tama kulalui apartemen-apartemen yang membuatku berdecak kagum, lalu kususuri lagi jalan memasuki sebuah gang. Kulalui gang sempit itu dengan senyuman, tak beberapa lama ku berpapasan dengan nisan berbahan batu yang lumayan bagus meskipun dari sebagiannisan itu ada yang dijadikan tempat tinggal dan bermain, tak beberapa lamu terciumlah aroma yang kurang sedap. Dan, tahukah kau aku sekarang berada dimana? Ya! Menteng! Lingkungan yang cukup mengoyak batin ini.

Orang-orang menyebutnya sebagai kawasan kumuh. Kumuh karena lingkungan itu menyuguhkan sampah yang cukup menyengat hidung, kumuh karena tak beraturannya rumah yang ada, kumuh karena apabila kita berada disitu dan menatap jauh kedepan maka mata kita akan bertemu dengan gedung-gedung penyentuh awan.

Ironis? Ya! Tapi aku menemukan sesuatu yang lain disana, ketika anak-anak kecil yang sangat bersemangat untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan yaitu ilmu.

                                                        ***bersambung***