Aku tak tahu mengapa semua ini terjadi. Sesuatu yang seharusnya bisa berjalan dengan baik tapi kenyataannya malah tak sesuai dengan harapan. Komunikasi dan kesalahan persepsi lah yang mungkin menjadikan semua ini terjadi, atau bahkan hanya diri ini yang merasakannya sendiri.
Menjalani persahabatan itu tak mudah. Memang, segala rintangan apapun itu akan selalu menghujam dan mengganggu sesuatu yang biasanya tentram nan damai. Kesibukan dan diri yang terlalu sensitif menjadikan itu semua berbenturan. Seharusnya sebagai sahabat yang baik, aku harus berada di sampingnya pada saat sekarang ini. Memberi dukungan moril dan melakukan hal yang bisa aku lakukan untuk memudahkan jalannya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Aku seakan-akan tak peduli, aku sibuk dengan pikiranku sendiri juga perasaanku. Pikiran dan perasaan dimana diri ini terasa tak dianggap. Tak dianggap sebagai sahabat atau bahkan saudara yang menjadikan aku terkesan tidak berguna.
Salah? Aku sendiri sangat kesal. Benar-benar kesal! Aku ingin membantu, tapi aku bingung harus membantu seperti apa, mungkin karna aku tak mampu apa-apa sehingga dia tak meminta bantuanku. Atau mungkin karena kecemburuanku pada pihak-pihak lain. Ahh, payahhhhh! Tapi itulah yang aku rasakan. Sisi sensitif yang cukup dominan ini sedikit banyak menggangguku dan menjadi salah satu penyebab mengapa ini terjadi.
Hal yang kemudian terjadi adalah aku menjadi malas berbicara dengannya atau bahkan berpapasan saja. Aku tahu ini berlebihan, tapi aku pun kesulitan mengendalikan ini semua. Disatu sisi aku berpikir bahwa mungkin dia merasa canggung untuk meminta bantuan padaku. Di sisi lain, aku pun marah karena merasa tak dianggap bahkan yang seharusnya aku menjadi orang terdekatnya malahan tahu pada saat terakhir dan itu pun tak disengaja. Ah benar-benar berlebihan dan aku pun tersadar memangnya siapa pula aku? Teman atau apapun itu namanya bukan lah diri kita seutuhnya, sehingga mana dia tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.
Untuk sekarang, aku masih mencoba untuk membiasakan diri. Memaafkan diriku sendiri, dan mencoba memaafkan drinya yang mungkin tak sengaja atau khilaf. Aku tak mau persahabatan kami hancur karena suatu hal yang bernama kesibukan atau politik.
Hmm,, selamat dan sukses calon Presiden..
;")
;")
No comments:
Post a Comment