Si melankolis ini sedang menguasai diri dimana sensitivitas mengacau dan merusak. Merasa seakan-akan hanya dirinya yang ingin diperhatikan, karena kesepian mungkin atau karena kekurangannya yang ingin dia elak.
Si melankolis ini sedang meradang dimana dia ingin menyelesaikan semuanya tetapi dia kesulitan menghadapi dirinya sendiri.
Si melankolis ini benar-benar merasa tak diterima karena terkadang orang-orang disekelilingnya sibuk dengan urusannya masing-masing. Sementara, si melankolis sedang mencari cara untuk ditanyai atau dijawab.
Hei melankolis!
Tak semua orang seperti kau yang menginginkan semuanya sempurna.
Tak semua orang dapat merasakan apa yang kau rasakan.
Dan, tak semua orang pula setia ataupun sensitif sepertimu!!!!
Tegarlah, tunjukan sisi koleris atau plagmatismu itu. Jangan menjadi budak melankolis, jangan mau jika hanya dirundung oleh perasaan semata.
Ingat! Apa yang kau pikirkan belum tentu sesuai degan apa yang mereka pikirkan.
Cukup bersyukur dan jalani semuanya saja dengan senyum. Toh dunia kelak akan tersenyum juga padamu. Percaya bahwa dirimu mampu dan bisa untuk melakukan yang terbaik dengan rasional, bukan hanya perasaan semata yang mengacau atau bahkan menghancurkanmu.
No comments:
Post a Comment