Thursday, March 14, 2013

Yakin akan Semua hal ini

Keluar dari zona aman merupakan jalan yang dilakukan seseorang yang katanya ingin mencapai kesuksesan dalam hidupnya. Ini merupakan hal yang sekarang lagi aku jalani, menjadi yang bisa dibilang pejabat di kampus dan ikut jadi panitia di beberapa kegiatan.

Sesungguhnya waktu pas SMA ikut organisasi merupkan hal yag menyenangkan buat aku. Tadinya niat masuk organisasi sih mengulang kejayaan tapi ternyata beda kalo udah di jenjang kuliah. Time management merupakan perkara yang cukup menjadi masalah buat aku. Kalo dulu sibuk di acara suatu kegiatan itu cuma satu, kalo sekarang ya bisa leboh dari satu. Dengan kata lain harus bisa multitasking.

Inilah tantangannya, dimana aku harus memposisikan diri aku seaman mungkin. Aman disini bukan cari aman semata tapi juga aman dalam hubungan inter-personal juga cari aman buat ngatur mood aku yang fluktuatif ini.

Kegiatan organisasi ini benar-benar bikin aku mikir dan sedikit banyak bikin stress. Tapi, aku sebenernya sangat-sangat menghindari pernyataan ini! Diluar mungkin aku keliatan kaya orang yang semangat dan antusias, tapi sungguhnya aku ngerasa bener-bener bersalah karena banyak sekali hal yang terbengkalai gara-gara aku yang masih belom bisa menyesuaikan diri sama semua ini.

Kegaluan, kepusingan, dan hal yang aku rasain sekarang ini mungkin merpakan bagian dari penyesuain diri ini. DIsmaping itu pula aku butuh dorongan atau semangat dari luar, tapi ya masa segitu ekstrovertnya aku sampe terus ngandelin orang lain buat jadi penyemangat? Ok, satu hal selain penyesuaian dengan semua keadaan ini adalah, menguji diri ku sendiri apakah aku mampu dan benar sebagai orang yang fleksibel seperti yang dikatakan orang-orang?

Sampai saat ini aku masih mencoba untuk berpikiran positif. Apalagi tugas kampus yang akan segera menggunung di hari depan. Okayyyy, I'm ready to face all of the THINGS!!!!

Keep spirit Putri Tiara Ismawaty!!!
You are strong more than your thinking and the people's say..
:D

Monday, March 4, 2013

Surat Cinta Sakit

Kondisi badan yang sedang bermasalah atau biasa yang disebut dengan sakit merupakan kondisi yang sangat mengganggu dan bahkan menyebalkan. Ditambah lagi ketika kita berada jauh dari keluarga asli kita. Kenapa saya katakan asli karena saya sedang berada di rantauan dan hanya ada keluarga yang sebetulnya bukan keluarga beneran tapi sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri. Selain itu, perhatian dari seseorang yang dekat dengan kita yang bisa disebut pacar sedikit banyak telah membantu saya dalam melewati sakit di rantau ini.

Sakit yang harusnya menyebalkan menjadi sedikit lebih indah ketika ada orang-orang yang memperhatikan kita. Bukan hanya memperhatikan tapi juga merawat dengan rasa cinta. Untuk pertama kalinya aku mendapatkan sakit yang lebih merepotkan dan merisaukan dibanding waktu-waktu sebelumya. Namun, dia ada dan hampir selalu ada di sampingku saat aku dalam kondisi seperti itu. Mungkin gara-gara ini di rantauan rasanya menjadi lain karena dia yang selalu memperhatikan dan mengkhawatirkan aku. Dia yang membelikanku makanan, obat ini itu, membawakanku apa yang aku butuhkan. Sekilas itu seperti perawat, dan terkadang hal itu membuatku terganggu karena dia yang sangat baik. Hal yang mengganggu bukan karena aku yang tidak suka diperlakukan seperti itu, melainkan perasaanku yang merasa tidak enak karena merepotkan banyak orang terutama dia.

Berkali-kali aku berpikir, dan cintalah yang menjadi jawabannya. Rasa iba, rasa tidak ingin menyakiti, dan rasa berbagi itulah yang disebabkan oleh cinta. Namun, aku yang emosional hampir selalu tak bisa megendalikan emosiku sendiri. Disaat seperti itu, aku yang ceria bisa dengan mudah menjadi kesal dan kemudian ngomel-ngomel sendiri. Dia yang sabar dan memang baik hati selalu mencoba bersabar dan menerimaku. Sikap itu mungkin yang membuat kita bertahan. Namun, mengapa aku menjadi seperti ini? Aku merasa menjadi orang yang sangat kolokan ketika dekat dengannya, menjadi orang yang sangat menyebalkan ketika moodku sedang tidak baik dan lagi-lagi ketika bersamanya. Ini tak adil bukan? Seolah-olah dia sangat baik dan aku jahat sekali.

Aku berpikir ulang berpikir ulang kembali, bahwa inilah yang namanya hubungan dimana harus ada yang saling mengisi, mengerti, dan menghormati. Mengisi kehampaan yang ada sehingga menjadi lebih hidup, mengerti keadaan yang sedang dihadapi dan dirasakan, serta menghormati pendapat ataupun hal-hal pribadinya. Aku yang begini banyak belajar darinya tentang hubungan yang melebihi teman ini. Aku belajar tentang makna kejujuran dan keterbukaan. Aku belajar tentang bagaimana menerima orang lain yang kebudayaannya berbeda. Pun aku belajar bagaimana menjadi wanita yang menghormati dirinya sendiri.

Dari sakit ini aku mendapatkan dan menyadari banyak hal. Meskipun sakit ini menyebalkan seperti yang aku katakan sebelumnya, tapi ini menjadikanku lebih bersyukur atas kasih sayang yang telah Allah beri padku melalui saudara-saudaraku yang ada di rantauan ini termasuk dia. Beribu-ribu ucapan terimakasih pun tak lupa aku sampaikan padanya, Mohammad Randy Pratama. Juga permohonan maaf atas sikapku yang super meyebalkan ketika kondisi seperti ini.