Thursday, March 29, 2012

06/12/2008 - 29/3/2012

SMS masuk,
Kata-kata yang mengejutkan,
Terasa ditarik,
Melayang,
Panas,
Dilempar,
Sakit,
Meleleh...
Dan terakhir,
Ohhhhh gini toh rasanya...

Bersyukur karena aku merasa diselamatkan sebelum aku terpuruk lebih jauh ke dasar perasaan yang mendalam. Sakit memang, tapi yasudahlah ini memang harusnya begini, takdirku dan pilihanku.
Kemakluman dari salah satu pihak dan sikap membaik itu ternyata tak selalu menjadi benar. Tatkala kita berusaha untuk berhati-hati menjaganya, terkadang kehati-hatian itu yang menyebabkan semuanya retak atau bahkan hancur lebur. Dan, aku pribadi tak mamu untuk mengambil keputusan karena aku takut karma. Ah, naif sekali bukan? Atau memang BODOH?? (Laugh) Tapi, yasudahlah Aishiteru tinggal menjadi kenangan..

So, buat para wanita di luar sana saya bepesan kepada kalian. Janganlah jadi budak cinta, apabila salah satu minta udahan atau keadaan memamg tidak mendukung. YAUDAH.. Bukan maksud pasrah terhadap keadaan, tapi biarkan DIA dan jangan menjatuhkan harga diri kita sebagai wanita. Toh masih banyak seseorang di luar sana yang akan ditakdirkan kepada kita sebagai orang yang memang cocok untuk kita. Just move on and enjoy your life, although life is very no easy..
Love in not only about you and him, but about you and HIM, Allah..
:)

Monday, March 26, 2012

Curhatan BODOH di hari yang aneh

Hari ini??
Kerasa banget males bangunnya..
Di kampus? Nyawa entah dimana meski saya mencoba untuk fokus, tapi entah mengapa konsentrasi tu susah didapat. Ada apa dengan hari ini sebenarnya??? Entah mengapa, eh MUNA banget deh kalo masih pake kata ENTAH karena sesungguhnya udah tau ini kenapa penyebabnya. SMS. bukan gara2 dapet SMS tapi malahan sebaliknya, dimana saya tak mendapatkan kabar dari beberapa waktu yang lalu. AHh, sebenarnya malu dan tak ingin mengumbar ini di khalayak ramai, tapi tak ada tempat mengadu selain disini *kemungkinan..

Ok.. Dimulai dari SAYA ya, baiklah sekali lagi saya menyalahakan diri saya sendiri. Si sudut pandang pertama, si pemeran utama dalam hidup ini. Anyway, sesungguhnya saya begini ya karena saya yang sulit sekali berkata jujur, saya yang teralau GENGSI untuk mengungkap semuanya, saya yang PENAKUT. Halah konyol sekali ini!!!

Andai dan saya selalu berandai jika ada mesin pendeteksi dan penumpah kata2 yang ada di pikiran mungkin saya adalah orang pertama yang akan membeli lalu menggunkannya. Terkadang saya bingung harus berbicara apa karena, MUNGKIN ini adalah salah satu kelemahan wanita dimana dia tak tahu apa yang harus dia ucapkan untuk memuaskan keinginannya. Teruntuk saya pribadi yang sangat mengagung-agungkan gengsi dan kemudan merasakan peneyesalan yang teramat dalam itu adalah sesuatu yang sangat bodoh.. Yup!!! PEMBODOHAN..


Rasanya itu ingin menumpahkan apa yang ada di hati ini. Harus menangiskah?? Ah, yakin deh menangis tak akan merubah segalanya. Pusing + mata bengkak yang ada.

Hari yang aneh? ah bukan harinya yang aneh tapi pelukunya, yaitu SAYA sendiri!!!

Sesungguhnya saya tak tahu apa yang saya tulis ini, yag pasti saya berharap dengan tulisan ini kegelisahan yang ada di dalam hati ini sedikit demi sedikit bisa berkurang.
*SANGAT BERHARAP

# OH ya satu lagi, ANDAI dia itu peka terhadap situasi ini dan berpikir kreatif, sepertinya hal ini tak akan terjadi pada saya..

Saturday, March 10, 2012

Andai

Engkau yang ada disana,
yang tak bisa kujamah dunianya
yang tak bisa kugapai jiwanya
yang tak bisa kusentuh hatinya

Aku yang ada disini,
hanya terdampar kaku tak berdaya
terhempas angin yang tak tentu arah
terjerembab dalam tanya yang tak kunjung terjawab

Diri ini hanyalah setitik awan di langit yang luas,
yang berharap mampu menjadi bintang.
Itu tak mungkin karena kita berjauh,
Engkau disana dan aku disini..

Andai duniamu mudah kugapai dan kusentuh,
Ingin ku kau membagi duniamu itu dengan ku..
Dan akan kubagi khayalku juga padamu..
Andai...


Keironian yang Nyata Dihadapanku

Ini bukanlah rahasia umum lagi, tapi aku disini hanya untuk berbagi kisahku tentang hari ini. Hari ini? Sesenugguhnya penuh kesan tentang hari ini, dimulai dengan acara seminar di pagi hari yang aku ikuti bersama teman-teman kampusku, lalu kerja kelompok untuk tugas yang akan dikumpulkan, dan yang terakhir adalah berkunung je suatu wilayah bernama Menteng Atas.

Ketika mendengar kata daerah "Menteng", sebagian orang pasti membayangkan tentang rumah-rumah indah yang berjejer mewah nan sejuk di kawasan pusat Ibu Kota. Halaman yang luas ditumbuhi berbagai pohon dan rerumputan, burung-burung mungil yang tak segan untuk sekedar berkunjung di sekitarnya atau bahkan mobil mewah yang hilir mudik di area jalanannya. Oh ya, ada satu lagi ketakjuban yang lain yaitu adanya gedung-gedung pencakar langit yang berjudulkan apartemen atau bernama depan "Tower" dengan pemilik yang sudah sangat termahsyur di negeri ini. 

Satu hal yang ingin aku ceritakan adalah ketika aku menyusuri kemegahan-kemegahan itu ternyata di belahan lain dalam potongan daerah bernama "Menteng" terselip kawasan yang cukup mengoyak batinku. Pertama-tama kulalui apartemen-apartemen yang membuatku berdecak kagum, lalu kususuri lagi jalan memasuki sebuah gang. Kulalui gang sempit itu dengan senyuman, tak beberapa lama ku berpapasan dengan nisan berbahan batu yang lumayan bagus meskipun dari sebagiannisan itu ada yang dijadikan tempat tinggal dan bermain, tak beberapa lamu terciumlah aroma yang kurang sedap. Dan, tahukah kau aku sekarang berada dimana? Ya! Menteng! Lingkungan yang cukup mengoyak batin ini.

Orang-orang menyebutnya sebagai kawasan kumuh. Kumuh karena lingkungan itu menyuguhkan sampah yang cukup menyengat hidung, kumuh karena tak beraturannya rumah yang ada, kumuh karena apabila kita berada disitu dan menatap jauh kedepan maka mata kita akan bertemu dengan gedung-gedung penyentuh awan.

Ironis? Ya! Tapi aku menemukan sesuatu yang lain disana, ketika anak-anak kecil yang sangat bersemangat untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan yaitu ilmu.

                                                        ***bersambung***